Hadiah adalah suatuPemberian yang menda-tangkan kegembiraan, Ketentraman, perasaan senang, kebahagian bagi penerima pemberian itu. Biasanya bentuk darihadiah itu adalah berupa barang yang berharga dan bermanfaat bagi si penerima hadiah tersebut..
Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hadiah kepada alam semesta dengan seorang Rasulullah r disaat alam sedang gelap gulita dengan keterbelakangan pengetahuan, penindasan HAM, diskriminasi dan keterpurukan moral.
Maka Rasulullah datang sebagai hadiah pembawa ke-berkahan/rahmat bagi semesta
Alam. Dalam Dustur Ilahi :
“Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi Semesta Alam (QS
al-Anbiya: 107)
Masyarakat Makkah dan Ma-dinah pada waktu itu merasakan terciptanya kebebasan, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan dengan kedatangan seorang Ra-sulullah. Bahkan dunia saat ini,
seandainya tidak datang Rasu-lullah, sungguh azab, bencana
dan kerusakan akan mereka rasakan.
Ibnu Qayyim mengemukakan bahwa sesungguhnya selu-ruhalam semesta mendapatkan manfaat dari risalah yang telah dibawa Rasulullah di antaranya :
Pertama, Orang-orang yang beriman dan mengikutinya, mereka akan memperoleh ke-muliaan dunia dan akhirat.
Kedua, Orang-orang kafir dan yang memeranginya, maka kematian mereka ketika berperang melawan Rasulullah lebih baik bagi mereka dengan kesengsaraan dan azab yang dialaminya di dunia daripada azab yang dahsyat di hari kiamat, dan kematian mereka dipercepat oleh Allah U daripada hidup lama dalam kekafiran.
Ketiga, Orang-orang yang membuat perjanjian damai dengan Rasulullah r, mereka bisa hidup damai dibawah naungan dan tanggung jawab Rasulullah r. Dengan perjanjian tersebut mereka merasa aman dan sejahtera dalam men-jalankan aktivitas kehidupannya.
Keempat, Orang-Orang munafik maka dengan pura-pura beriman, mereka bisa hidup selamat dan tenang seperti umat muslimin lainnya. Darah, harta benda dan keluarganya dilindungi dan di-hormati. Hukum-hukum yang berlaku bagi kaum muslimin juga berlaku bagi mereka, baik didalam kitab taurat maupun lainnya.
Kelima, Umat-umat yang jauh dari Rasulullah r dan tidak sampai risalah dan dakwah kepada mereka, terbebas dari azab dan bencana dari Allah U.
Jadi, seluruh manusia dan alam semesta mendapatkan rahmat, berkah dan manfaat dari risalah yang telah dibawa Rasulullah r.
Rasulullah r adalah rahmat bagi setiap manusia, baik bagi orang beriman atau kafir. Bedanya, orang yang beriman menerima rahmat dari Allah U yang juga diberikan kepada seluruh manusia dan mendapatkan manfaatnya.
Adapun orang-orang kafir menolak rahmat ini, namun dengan penolakan ini lantas tidak menjadikan rahmat tersebut keluar dari hakikatnya sebagai rahmat, Ia tetap menjadi rahmat bagi mereka.
Seperti halnya Ungkapan “Ini adalah obat bagi penyakit yang diderita si Fulan, apakah Ia mau meminumnya atau tidak. Jika Ia tidak mau meminumnya, obat tersebut tetaplah obat bagi penyakit yang dideritanya”.
Hasan bin Fadhl berkata :
“Allah U tidak memberi-kan kepada salah satu Nabipun dua nama sekaligus dari nama-nama-Nya kecuali kepada Nabi Muhammad r, tentang hal ini tercantum dalam Dustur Ilahi :“ ..Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin (QS. At-Taubah :128)
Dua nama ini (Rauuf dan Rahiim )adalah dua nama dari nama-nama Allah U seperti dalam Dustur-Nya :
“Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia (QS.
Al-Hajj: 65 ).
Dari keterangan-keterangan itu maka jelaslah bahwa kehadiran Rasulullah itu adalah membawa keberkahan, rahmat dan kasih sayang bagi semesta alam. Untuk sebuah Renungan:
“Bersabarlah atas setiap musibah dan tabahlah! ketahuilah bahwa sesung-guhnya seseorang tidaklah hidup kekal abadi, bersabarlah seperti sabarnya orang-orang mulia. Yakinlah karena setiap musibah hanyalah bencana yang menimpa hari ini, namun bencana itu besok akan sirna. Jika kamu dicoba dengan satu musibah, maka ingatlah ketika cobaan itu menimpa pada Nabi Muhammad r.
Maka Tabahlah dan sabarlah, jadilah manusia pemberi rahmat dan manfaat bagi semesta alam ini. `




0 komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.