Pertama, sebagai pembersih jiwa atau qolbu yang bisa jadi sudah ditutupi oleh bintik-bintik hitam akibat perbuatan maksiat dan dosa yang telah dilakukan. Sekiranya tidak segera bertaubat, bintik-bintik hitam akan semakin banyak. Sehingga menutupi seluruh hati yang pada akhirnya akan mempersulit seseorang untuk mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala.
Kedua, dengan taubat, seseorang akan merasa aman dari ancaman siksa dunia dan akhirat.
Salah satu syarat dari istighfar adalah bersegera menghentikan perbuatan dosa yang dilakukan. Yang dilakukan tidak hanya taubat lisan dengan mengucapkan istighfar saja, namun benar-benar diikuti dengan niat sekuat hati dan tenaga untuk tidak mengulangi per-buatan dosa di waktu yang akan datang.
Dalam surat Ali Imran ayat 135 Allah Ta’ala menjelaskan ada dua bentuk dosa, yaitu dosa fahisyah dan dosa mendzholimi diri sendiri. Yang dimaksud dengan dosa fahisyah adalah perbuatan dosa sekiranya dilakukan seseorang akan berakibat bukan hanya bagi pelakunya saja namun orang lain pun akan merasakan akibatnya.
Timbangan dosa fahisyah lebih berat diband-ingkan dengan dosa mendzalimi diri sendiri. Yang termasuk dosa fahisyah seperti membunuh, mencuri, merampok, fitnah, korupsi dan yang lainnya. Dosa-dosa seperti ini tidak cukup hanya mengucapkan istighfar na-mun terlebih dahulu mesti menyelesaikan urusannya dan tempat seseorang melakukan kesalahan.
Dosa mendzalimi diri sendiri yaitu perbuatan dosa yang akan menangung ruginya hanya pelakunya saja, namun secara tidak langsung orang lainpun akan terbawa rugi. Yang termasuk dalam dosa ini seperti meninggalkan sholat. Ini adalah katagori dosa yang berhubungan langsung dengan Alloh Ta’ala. Secara tidak langsung meninggal-kan sholat memungkinkan seseorang melakukan prilaku yang tidak patut dan mungkar. Sekiranya
ada seorang yang mengaku Muslim namun tidak pernah sholat sebenarnya akan merugi karena melakukan keburukan dan kemungkaran.
Ayat 135 surat Ali Imron ditutup dengan kalimat “dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui” ini merupakan syarat diterimanya taubat seseorang. Harus benar-benar ada usaha dan upaya yang kuat untuk tidak melakukan dosa diwaktu yang akan datang.
Dengan taubat seseorang akan merasa aman dari siksa dunia dan akhirat
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun ”(QS. Al-Anfaal 8:33).
Menurut Ibnu Abbas t, ada dua perkara yang dijamin oleh Allah Ta’ala untuk seseorang aman di dunia dan akhirat.
Pertama, hadirnya Nabi di antara Manusia.
Kedua, istighfar. Rasulullah r secara fisik telah lama meninggalkan kita, artinya hanya tinggal satu saja yang dapat membuat seseorang dijamin aman di dunia dan akhirat, yaitu istighfar.
Dalam kehidupan bermasyarakat kita dapat menyaksikan sekiranya kehidupan satu masyarakat telah banyak yang tidak ber iman dan takwa, maka adzab Alloh Ta’ala akan diarasakan oleh seluruh masyarakat. Bukan hanya oleh yang berbuat dzalim yang tidak dzalim pun akan merasakannya :
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
” (QS. Al-Anfaal 8:25)
Apa soal yang tidak berbuat dzalim pun merasa-kan adzab-Nya? Sebab yang tidak melakukan ma’siat pun memiliki dosa yaitu tidak memiliki keberanian untuk menghentikan perilaku ma’siat yang ada disekelilingnya.
Prinsip dalam kehidupan seorang muslim adalah bahwa kita tidak hanya diwajibkan untuk menyelamatkan diri pribadi saja, namun juga harus menyelamatkan orang lain. Kita dituntut untuk mengerahkan semua upaya dan kemampuan untuk menghentikan perbuatan ma’siat yang ada disekitar kita. Yang dinilai oleh Alloh Ta’ala bukan hasil, namun ikhtiar yang sungguh sungguh untuk menghentikan perilaku maksiat yang tumbuh di sekitar kita.
Kita jangan memiliki prasangka akan menjadi golongan yang selamat dunia dan akhirat, sementara kita berdiam diri. Karena disekeliling kita kemaksiatan tumbuh subur sekalipun kita tidak menjadi pelaku kemaksiatan tersebut. `




