Minggu, 02 Juni 2013

Tawasul Dengan Amal Sholeh

Dalam hadits yang di riwayatkan Bukhori melalui sahabat Ibnu Umar Rodialloh anhu bahwa Rasululloh r menceri-takan mengenai tiga orang Bani Israil yang berada dalam perjalanan untuk satu keperluan. Ketika mereka melewati sebuah tempat tiba-tiba turunlah hujan yang sangat lebat, sehingga ketiga orang itu masuk ke sebuah goa untuk beteduh. Namun tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung yang menutup mulut goa itu. Ketiganya pun terjebak di dalam goa. Tanpa seorangpun yang tahu.


Ketiga Yahudi ini pun berupaya dengan sekuat tenaga untuk bisa menggeser batu yang menutup pintu goa itu agar mereka bisa dapat keluar. Namun sayang ke tiga tenaga mereka tidak seimbang dengan besarnya batu 
yangharus mereka geser. Salah seorang dari mereka berkata kepada teman-temannya : “Mus-tahil kita bisa mendorong batu sebesar itu dengan tenaga kita bertiga, tapi insyaAllah kita akan ber-doa kepada Alloh Ta’ala agar kita bisa  keluar dari goa ini dengan bertawasul melalui amal soleh yang telah kita lakukan mas-ing-masing”
Salah satu dari mereka bedoa : “Ya Allah, Saya mempunyai ibu dan bapak yang sudah tua renta. Setiap hari sepu-langdari bekerja saya se-lalumembawakan sebotol susu untuk mereka berdua dan sisa dari susu itu saya berikan untuk anak dan istriku. Satu waktu kar-ena terlalu sibuk dengan pekerjaan saya terlambat membawakan susu untuk mereka, ketika sampai di rumah keduanya telah tertidur pulas. Ya Allah! saya tak berani membangunkan mereka, karena terlelapnya tidur mereka.
Sehingga saya menunggu mereka terbangun sambil duduk di depan ranjang mereka sambil memegang botol susuitu. Meski anak istri saya meminta bagian susu mereka saya tak memberikannya. Ketika fajar tiba dan ibu bapak saya terbangun maka saya memberikan botol susu itu kepada mereka. Laki-laki itupun berdoa; “Ya Allah, sekiranya amal yang saya lakukan  itu termasuk dalam amal soleh menurut-Mu, maka lukakanlah itu goa ini, saya betul-betul ingin melihat langit”.

Laki-laki itupun mendorong batu besar yang menutup goa itu , dengan izin Allah Ta’ala batu itu
tergeser, namun belum bisa membuat mereka bisa keluar.
Laki-laki yang kedua berdoa; “ Ya Allah, saya pernah mencintai seorang wanita tapi wanita itu menolak cinta saya. Saya mencari berbagai cara  agar dia mencintai saja,  tapi tetap dia menolak.
Akhirnya saya memberi-kan kepadanya seratus dua puluh dinar emas dan dia bersedia dibawa jalan-jalan. Ditempat yang sepi saya bermaksud berbuat jahat kepadanya. Setelah wanita itu pasrah dan tidak mempunyai kekuatan untuk menolak niat saya, wanita itu berkata; “
Kamu tidak boleh mem-buka cincin (keperawanan) kecuali dengan izin Allah” 
Seketika itu juga saya tersadar akan perbuatan  dosa yang akan saya laku-kan. Seketika itu juga saya meninggalkan wanita yang saya cintai itu. Laki-laki itupun berdoa hampir sama dengan laki-laki pertama 
: “ Ya Allah, sekiranya perbuatan saya itu termasuk dalam katagori amal sholeh, aku bermohon bukakanlah pintu goa ini agar kami bisa keluar dari tempat ini”.
Batu besar itu kemudian didorongnya, dengan izin Allah Ta’ala batu itu tergeser. Namun belum bisa membuat mereka keluar.
Laki-laki ketiga berdoa; “Ya Allah saya memiliki pegawai dan saya selalu membayar upah mereka sebelum keringatnya kering. Satu waktu ketika saya membagikan honor kepada pegawai saya, ada seorang pegai saya yang tidak hadir. Entah kemana pegawai itu, karena tidak ada yang tahu. Honor pegawai saya itu saya jadikan modal untuk penegmbangan usaha saya di bidang pertanian.
Beberapa kali panen hasilnya luar biasa, sehingga bisa membeli kebun, unta sapi dan domba. Setelah sekian lama pegawai saya itupun tiba dan menanyakan honornya dulu yang belum diambilnya. Maka saya memberitahukan kepadanya bahwa honornya telah berubah menjadi kebun, unta, sapi dan domba. 
Pegawai saya itu menolak memiliki itu semua, karena dia merasa bahwa honornya tak se-banyak yang saya berita-hukan. Akhirnya setelah saya jelaskan, pegawai saya itu bersedia menerimanya. Kemudian laki-laki itupun berdoa : “Ya Allah, sekiranya apa yang sudah saya lakukan itu itu termasuk amal sholeh, maka bukakanlah pintu  goa itu agar kami bisa keluar dari tempat ini”

Akhirnya batu besar yang menutupi mulut goa  itu didorong oleh mereka bertiga, dan dengan izin Alloh, mereka bisa keluar dari goa itu.

Pelajaran dari kisah itu di antaranya :
1. Setiap manusia akan berhadapan dengan kesulitan hidup, seperti sulitnya mendorong batu yangmenghalangi pintu goa. Banyak orang yang mengakihiri hidupnya secara tragis, karena hidupnya terkurung oleh berbagai kesulitan. Untuk membuka kesulitan hidup ada upaya terakhir yang harus dilakukan yaitu ber-doa dengan jalan berta-wasul dengan amal sholeh yang telah dilakukan seperti kisah diatas.
2. Jangan mengabaikan kekuatan doa, karena doa adalah salah satu senjata seorang muslim. `