Rabu, 29 Mei 2013

Membentuk Generasi Qur’ani

Memprihatinkan! Inilah bahasa yang tepat ketika kita melihat generasi  saat ini. Sebagian di antara mereka telah jauh dari kepribadian yang diharapkan kita dan juga Islam. Kita sering menyaksikan dari berbagai media. Bahkan dengan mata kepala kita sendiri,  tawuran antar pelajar,  perkelahian, penggunaan obat-obat terlarang, hubungan mesum  antar muda-mudi dan sebagainya. Lalu, apa yang mesti  kita lakukan?

Pembentukan generasi Qur ’ani. Inilah yang harus kita usahakan sejak dini kepada generasi kita. Apa dan siapa yang dimaksud  dengan generasi Qur ’ani  itu? Generasi Qur’ani, adalah generasi yang dalam sikap, ucapan dan tindakannya selalu ber-dasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Quran. Maka, pada kes-empatan ini, kita akan membahas ciri-ciri dari generasi Qur’ani itu. Sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) ciri pokok yang terdapat dalam kepribadian generasi Qur’ani, dan ini berarti ciri-ciri ini harus ada dalam diri kita masing-masing.

 Pertama, Selalu merasa dekat dengan Allah. Orang yang merasa dekat dengan Allah, ia akan  senantiasa merasa diawasi Allah yang membuat ia tidak berani menyimpang dari jalan-Nya. Ciri ini  menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan demikian,seseorang tidak akan berani  melakukan penyimpangan dari jalan Allah meskipun

hanya seorang diri. Karena begitu penting memiliki  perasaan dekat kepada Allah, maka ada perintah Allah kepada kita untuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada-Nya.


Seluruh peribadatan dalam Islam sebenarnya telah mendidik kita untuk selalu dekat dengan Allah. Misalnya kalau kita mau shalat, maka kita harus berwudhu’ terlebih dahulu meskipun tidak ada orang yang mengawasinya. Karena kita merasa dalam pengawasan Allah secara langsung, begitu juga dengan puasa, zakat dan haji. Al-Quran memang telah menegaskan kepada kita bahwa Allah itu dekat yang mengetahui apapun perbuatan manusia, termasuk pembicaraan mereka yang rahasia sekalipun. Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku ber-tanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. (QS. Al-Baqarah [2]: 186)


Di dalam ayat lain Allah menyatakan: “Tidakkah kamu perhatikan,  bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang,  melainkan Dia-lah keempatnya. dan tiada “(pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pem-bicaraan antara jumlah yang kurangdari itu ataulebih ban-yak, melainkan dia berada ber-sama mereka di manapun mereka berada. Kemudian dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Mujadilah [58]: 7)


Dengan selalu merasa diawasi oleh Allah,maka generasi Qur ’ani itu akan selalu mau terikat kepada nilai-nilai yang datang dari-Nya, baik dikala sunyi maupun ramai, saat senang mau-pun susah dan begitulah seterusnya.


Kedua, memiliki hubungan yang dekat dengan manusia (hablum minannas). Ciri kedua ini yang terdapat dalam generasi Qur’ani. Memiliki hubungan yang dekat dengan sesama manusia, khususnya dengan sesama muslim sehingga disamping mantap dalam hablum-minallah (hubungan dengan Allah) seba-gaimana sudah dijelaskan di atas, mantap juga dalam hablum-minannas (hubungan dengan sesama manusia). Sehingga dia terhindar dari kehinaan di dunia ini.


Allah berfirman: “Mereka diliputi kehinaan dimana  saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.” (QS. Ali Imran [3]: 112)


Dengan terjalinnya hubungan yang baik terhadap sesama manusia, maka generasi Qur ’ani akan terus berusaha untuk menjalin kerjasama dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan dan ketakwaan dan Allah I telah menyatakan amat mencintai siapa saja yang berjuang di jalan-Nya dengan ker-asama yang baik. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mencntai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti  bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaf [61]: 4)


Dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan sesama manu-sia, maka sebagai generasi Qur ’ani semakin terasa tugasnya dalam hidup ini, yakni adanya tanggung jawab dalam pembinaan manusia, hal itukarena dalam interaksi mereka akan dida-pati adanya sejumlah kekurangan yang harus diatasi dengan program pembinaan masyarakat yang dihadapinya.


Ketiga, Memiliki  akhlak mulia. Dengan akhlak yang mulia ini, seseorang tidak hanya termasuk pribadi yang meneladani Nabi dalam pembentukan pribadinya, tapi juga bisa menjadi teladan bagi masyarakat  di sekitarnya dalam pembentukan pribadi mereka, dan ini merupakan ses-uatu yang amat penting, karena dirasakan oleh masyarakat kita adanya krisis keteladanan dalam

soal yang baik.


Krisis akhlak memang menghantui kehidupan masyarakat kita sekarang ini sehingga dimana-mana terjadi berbagai kasus yang menggambarnya rusaknya akhlak dan rendahnya moralitas masyarakat kita. Perzinahan, perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, penco-petan, penggunaan alat-alat terlarang, perjudian, korupsi, kolusi, memi-num-minuman keras dan sebagainya merupakan diantara peristiwa-peristiwa dalam masyarakat  yang menunjukkan akhlak yang rusak.


Dengan adanya generasi Qur ’ani yang berakhlak mulia merupakan sesuatu yang amat didambakan oleh masyarakat dalam upaya menyelamatkan ke-hidupan masyarakat itu sendiri dari kehancuran dan tidak memiliki masa depan yangcerah. Begitu pentingnya akhlak dalam kehidupan, maka Rasulullah r sengaja diutus oleh Allah untuk memperbaiki akhlak manusia yang rusak dan rendah,

Rasulullah r bersabda: “Sesungguhnya aku diutus tidak lain dan tidak bukan, kecuali untuk menyempurnakan  akhlak.” (HR. Baihaqi)


Akhirnya upaya melahirkan generasi Qur ani melalui kaderisasi merupakan sesuatu yang amat mendesak. Bila tidak, maka kita khawatir kalau dari waktu ke waktu yang muncul justru kader-kader keblinger yang jauh dari nilai-nilai Qur ’ani. Bahkan aktivitas mereka justru menyebarkan virus kemaksiatan di muka bumi ini.   ***

Penulis: Abdul Malik el-Hamidy, Wakil Sekretaris dan Ketua HIMA PERSIS Provinsi Riau